Mengarungi gelombang DESPACITO

Baru-baru ini Justin Bieber merilis lagu bertajuk Despacito. Siapa sih yang belum pernah dengerin despacito? Booming sekali lagu ini, terutama di Indonesia masuk top chart trending topic di Joox selama beberapa minggu. Selain menghipnotis banyak orang, lagu despacito ini menuai kontraversi di beberapa negara yang mayoritas muslim, seperti di Malaysia lagu ini dicekal karena liriknya yang tidak islami. Wah wah..
Sebelum membahas kontraversinya, yuk bahas dulu, kenapa sih lagu despacito ini bikin nagih buat didengerin!



The power of Justin Bieber

Justin Bieber adalah artis yang selain disorot hampur semua orang di dunia, karya-karyanya pun digandrungi banyak remaja dunia. Nggak heran dong kalau Justin Bieber ini sukses membuat viral beberapa lagu yang featuring dengannya. Sebut saja, Maejor Ali sama Juicy J dengan lagu Lolly ft Justin Bieber; Far East Movement sama The Dirty Bass dengan lagu Live My Life ft Justin Bieber 5 tahun silam; yang belum lama ini ada Skrillex and Diplo dengan Where r u now ft Justin Bieber. Masih ada beberapa lagu yang lain dan tentunya Luis Fonsi sama Daddy Yankee dengan Despacito pun tak kalah menghipnotis, ya! Sebelum featuring dengan Justin Bieber, lagu Luis Fonsi ini efeknya biasa saja pada netizen, tidak se-booming sekarang. Sakti sekali Justin Bieber ini, ya!


Lirik berbahasa spanyol

Ada sebuah alasan logis mengapa lagu berbahasa asing lebih earworming atau terngiang di kepala dibanding lagu dengan bahasa yang telah kita pahami, yaitu karena otak kita lebih lama dalam menghapal atau memahami lagu itu dan akibatnya lagu tersebut tidak akan cepat membuat otak kita bosan. Tapi tidak menutup kemungkinan hanya lagu berbahasa asing, ya, yang earworming. Lagu dengan sedikit lirik pun bisa membuat efek seperti itu pada otak kita. Contohnya Marshmello dengan lagu Alone yang sebelumnya sempat duluan booming.

Pendengar menikmati irama

Kedua poin di atas nggak akan berarti tanpa poin ini! Mengapa? Karena kalau tidak enak didengar ya siapa juga yang mau dengerin, yang ada malah bikin pusing! Hahaha.. Kebanyakan lagu dengan beat atau irama yang bisa dinikmati bahkan bikin pengen goyang karena tidak lain dan tidak bukan karena asik. Sama kaya lagu dangdut yang banyak penikmatnya di seantero negeri ini.

Meningkatkan kreativitas pendengar

Di media sosial, bisa kita temukan banyak versi cover despacito. Ada yang berbahasa Indonesia, Jawa, Minang, ada pula yang berbalas lirik. Despacito secara tidak langsung mengajak orang lain untuk turut menjadi kreatif. Belum lagi meme yang menggelitik.

Viral dan menuai kontraversi 

Ini dia, benih-benih SARA muncul karena lagu despacito dinilai berseberangan dengan nilai-nilai dalam agama yang dinilai terlalu dewasa lalu menimbulkan pencekalan seperti di negara Malaysia. Mari kita lihat dari point of view pencipta karyanya, apakah mereka berniat untuk menyerang nilai-nilai agama? Saya rasa mereka malah tidak kepikiran hal tersebut karena lagu mereka adalah bagian dari seni dan tidak ada tujuan lain selain entertain para pendengarnya. Nah, mari kita instrospeksi, mereka yang tidak bermoral atau orang lain yang overreacting. Di luar sana masih banyak lagu yang lebih sensual atau bahkan berkonten buruk, tetapi itulah potret kehidupan, bagian dari warna-warni kehidupan.
BBC Indonesia


Pemberitaan hingga konspirasi

Tidak sedikit juga media yang memberitakan dan menyebar artikel yang menurut saya terlalu persuasif, bahkan menimbulkan sesat pikir netizen juga ilmu cocokologi alias membuat pemikiran yang sempit atau close minded. Sesat pikir lebih membahayakan daripada hoax karena sesat pikir menimbulkan tafsir lain dalam akar yang sama. Berbeda dengan hoax yang masih bisa terlihat dengan mudah.
Menurut saya, tidak ada salahnya anak-anak menyanyikan lagu despacito. Pada sisi positifnya, anak-anak dapat ceria dan meningkatkan motorik serta daya ingat. Kembali lagi kepada pribadi masing-masing dan cara menyikapinya.
http://www.beritaislam.info/2017/07/makna-di-balik-lagu-bikin-syok-jangan.html


Dinilai vulgar dan berkonten Sensual

Sebetulnya, semua hal tergantung pada setiap pribadi dalam menyikapinya. Apakah sensualitas tersebut mendorong pendengarnya untuk berbuat asusila? Menurut saya, jika seseorang hendak berbuat seperti itu, tanpa lagu despacito pun bisa saja. Tidak ada berita bahwa lagu Versace on the floor milik Bruno Mars menjadi pendorong sesorag untuk berperilaku tidak terpuji. Penilaian lagu yang menjurus pornografi justru menciptakan mindset baru, yang tadinya sebatas lagu, menjadi delusional membayangkan hal-hal lain.


Tidak perlu khawatir berlebih

Dengan beberapa bait lagu despacito berbahasa Spanyol tidak akan membuat sesorang fasih berbahasa spanyol, atau bahkan menghapal arti liriknya tidak akan membuat seseorang menjadi delusional. Jika kita menyikapinya sebagai sebuah lagu, maka lagu hanya akan menjadi lagu. Jika orang melarang sesuatu, maka akan timbul rasa penasaran dan bisa jadi rasa penasaran itulah yang menjerumuskan.
Despacito hanyalah sebuah lagu yang tidak selamanya booming. Akan ada lagu-lagu lain yang menggantikan posisinya di charts musik. Nikmati despacito wave sebagai lagu dan trend tanpa pretensi apapun karena, yeah, it's just a trend that will ends. Itu tidak akan menjadi ideologi dan pranata sosial, jadi jangan mudah terpelatuk, ya, netizen! 😄

Maka, sebagai penutup artikel ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk lebih open minded dalam menyikapi suatu hal. Jangan menjadi katak dalam tempurung, karena dunia luar lebih indah untuk dinikmati. And the last but not least, jadilah netizen yang bijak🙂

CMIIW 😊

Komentar

  1. Mbak Minta tandatangan'nya Dong....🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. heh asem ya hahah btw makasih sudah visit ^^

      Hapus
  2. Mbak Minta tandatangan'nya Dong....🤗

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer