Ternyata Aku Keliru Memahami

Keliru. Itulah kata yang tepat untuk aku di usia 26 tahun melihat seluruh hidupku ke belakang. Aku pikir selama ini akulah yang paling mengerti diriku sendiri. Ya kalau bukan aku, memangnya siapa? Begitu pikirku.

Dalam perjalananku untuk mengerti diriku sendiri, ternyata aku melibatkan asumsi yang aku normalisasi sendiri. Aku tidak menyangka jika apa yang aku alami ternyata tidak senormal yang aku kira. Lalu hidup, ternyata tak seperti apa yang ada di pikiranku dan aku baru memahaminya di usia 26.

Aku pikir semua keresahanku akan berhenti di usia 25, quarter life crisis. Mungkin memang aku tidaklah didesain untuk tenang. Selalu ada keresahan yang mendampingi setiap langkah hidupku. Kini, rasanya aku baru mengerti bagaimana dunia ini bekerja, dan aku sudah keliru sejauh ini. Apakah  aku terlambat dalam hidup ini?

Pergolakan demi pergolakan aku hadapi demi mendapat tenang dan validasi atas keresahanku. Namun itu tak mengubah fakta bahwa memang seperti itu dunia bekerja. Aku baru paham mengapa temanku mendaki jalur karier ABCDE, baru paham mengapa orang-orang tua mengorbankan idealismenya demi nominal bulanan,baru paham mengapa tak masalah pergi ke luar negeri tapi tidak study, baru paham mengapa orang seusiaku menikah. Rasanya seperti dihantam ombak realita.

Rasanya hidupku runtuh karena ketidaktahuan. Aku pikir aku tahu diriku sendiri, ternyata aku hanya mengikuti asumsiku semata. Tapi ketika memikirkan ini, mungkin jika aku tidak menempuh jalanku sekarang, aku tak mungkin punya pemikiran seperti ini. Mungkin aku hanya akan hidup mengejar validasi dari orang lain saja.

Aku sedang melatih diriku sendiri untuk menghapus negative core belief dari pemikiranku. Jadi, mari berpikir lebih logis dan positif. Tidak ada yang perlu disesali meski aku merasa  terlambat di dunia ini, merasa tertinggal dari orang-orang yang sudah semangat maraton. Katanya, hidup ini bukanlah perlombaan. Katanya, New York dan Jakarta punya zona waktu masing-masing.

Jadi begitulah, apa yang kulihat mungkin juga tak seperti yang kulihat, dan itu bukan tugasku untuk menilai mana yang benar dan lurus. Mari bekerja lebih baik dalam dunia ini!

Komentar

Postingan Populer