Kadang aku rindu....

 Aku selalu membuat playlist untuk momen-momen tertentu. Saat ini aku sedang mendengarkan playlist yang aku buat di tahun 2021 ketika aku masih sibuk WFH. Seketika aku mengingat apa saja kegiatanku di tahun itu. WFH, main bersama kucing, jajan bersama sahabatku, dan main ke pantai. Ternyata aku sangat menikmati itu meski mood-ku tidak stabil juga saat itu. Aku memang sering menangis. Menangisi apa pun.

Setelah aku pikir-pikir lagi, ternyata benar perkataan "you can have everything, but not at the same time". Saat itu aku mendapatkan pekerjaan yang selalu aku doakan, bekerja dari rumah saja dan MENULIS! Itulah impianku. 2021 masih pandemi, anak-anak masih belajar di rumah sehingga banyak sepupu-sepupu kecilku yang main di rumah. Kadang aku menyuruh mereka membelikanku jajan dan aku bekerja sambil mendengarkan musik. Good old days.

Saat itu aku baru mengadopsi kucing yang kuberi nama Lumi. Kami berbagi kehidupan. Aku ingat saat itu aku masih dipaksa untuk menjadi PNS saja dibanding bekerja gitu-gitu aja di rumah. Tapi, itulah zona nyamanku. Meski sebenarnya aku juga cemas di pekerjaan itu. Setiap meeting aku selalu deg-degan, aku minder saat meeting bersama rekan kerjaku, aku takut berbuat salah, aku takut kalau ide-ideku dinilai konyol, aku takut aku memberi impresi yang buruk, dan sederet ketakutan tidak nyata lainnya. 

Untungnya aku bekerja di lingkungan yang amat positif dan membiarkanku berkembang lebih banyak. Banyak skill yang kudapatkan dan aku senang atas perkembanganku dari itu. Ternyata rekan kerjaku apresiatif, ternyata pekerjaanku menyenangkan, ternyata atasanku amat baik dan fokus pada progress. Tahu apa yang kurang? Gaji dan kejelasan. Dan kini aku beranjak karena keresahan itu. Menurutku itu normal karena manusia selalu berprogress. Bukan berarti aku tidak bersyukur atas apa yang sudah terjadi, karena aku sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan impianku itu.

Semua yang ada di dunia ini ada masanya, dan masaku di pekerjaan itu sudah selesai. Aku anggap bahwa aku sudah cukup mendapat pelajaran dari semua itu. Jika aku diberi kesempatan untuk kembali lagi, mungkin aku mau karena aku sudah menjadi orang yang berbeda dari saat aku meninggalkan pekerjaan itu. Meski mungkin nanti ada masanya lagi. Entahlah.

Jika teringat pada hal-hal lalu terutama mengenai pekerjaanku, aku begitu bersyukur dan penuh nostalgia. Jika bisa, aku ingin kembali ke masa lalu. Bukan untuk memperbaiki hal-hal yang sudah terjadi, tetapi untuk merasakannya lagi.

Dengan ini, aku menyadari bahwa momen-momen yang sedang terjadi perlu dirasakan. Perlu diapresiasi kehadirannya. Memang benar, "worrying doesn't take away tomorrow's problem, it takes away today's peace".  Aku berjanji pada diriku sendiri untuk menghargai momen-momen yang sedang terjadi dan memberi ruang secukupnya untuk cemas. Meski aku sudah tidak lagi berambisi untuk mendesain kehidupanku, aku lebih mengalir saja, aku berjanji untuk menikmati apa saja yang datang pada kehidupanku.

Komentar

Postingan Populer