Aku; si Remaja Jompo yang Pelupa!
Akhir-akhir ini aku banyak kehilangan memori. Bahkan satu tahun ke belakang pun banyak yang aku skip.
Tapi, aku punya aplikasi yang ku install di HP-ku, namanya 1SE (1 Second Everyday). Jadi aku snap beberapa detik dalam keseharianku, dan di akhir tahun nantinya akan ada 356 detik video recap setahun. Tapi, mau semudah apa pun dan sedekat apa pun dikerjakan, konsistensi adalah halangan terbesarku. HAHAH. ada 40 harian yang aku skip dan belum aku isi.
BTW, Hal apa saja yang aku lupakan?
1. Orang.
Aku banyak melupakan orang yang singgah sesaat di hidupku. Aku sering melupakan nama atau memang orangnya. Terkadang aku pura-pura mengikuti alur perbincangannya saja karena aku nggak ingat apa-apa.
2. Hal yang baru saja aku lakukan
Tiba-tiba skip. Pernah suatu ketika aku sedang jaga di rumah kakekku yang tinggal sendirian. Ketika siang aku harus pulang ke rumah untuk bekerja. Aku mengendarai motor, tiba-tiba saja aku sudah sampai rumah, aku nggak ingat bagaimana aku mengeluarkan motor dari garasi, apakah aku sudah mengunci pintu? Aku tadi lewat mana? Aku tidak ingat. Autopilot is real.
Lupa sudah ngetwit atau memposting sesuatu. Kok aku ngomong gini? Kok aku udah posting ya? Loh kapan aku buka twitter buat ngetwit ini? Karena itu, terkadang aku takut keceplosan.
Ah iya, kemarin aku curhat pada temanku, Aku yakin sudah bicara dan mengirimkan voice note, tapi tidak ada. Aku cek semua chat tidak ada. Apa itu baru rencanaku? Tapi aku yakin sudah bicara dan memencet tombol VN. Entahlah, aku juga bingung.
3. Memori masa lalu
Aku mengingat mimpi. Jika dihitung mungkin 3-5 kali dalam seminggu aku mengingat mimpiku yang terkadang absurd. Yang jadi masalah, ingatanku kabur antara realita dan mimpi.Aku pernah bertanya pada temanku, "eh bukannya kita pernah main ke sana bareng ya?" teman-temanku menjawab tidak pernah.
Aku juga merasa pernah masuk ke kamar temanku yang paling misterius di kelas saat SMA. aku tidak yakin apkaah itu mimpi atau memang aku pernah ke rumahnya. Tapi aku ingat setiap detail rumahnya. Entahlah, semakin dipikirkan semakin tidak masuk akal. HAHAH!
Nah, aku disarankan untuk kembali journaling, menulis semacam diary agar aku tidak lupa. Semoga saja ini bukan keinginan angin-anginan dan aku bisa konsisten menjalani ini. Yup, wish me luck! Wish me a consistency I never had! WKWKWK


Komentar
Posting Komentar