Untukmu yang Sekeras Beton

 Selamat tahun baru 2022!

Waktu cepat sekali berlalu, bukan? Tiba-tiba saja 2022, tiba-tiba saja kita menginjak dewasa.

Aku masih belum bisa melupakan suasana awal 20-an kita. Mengejar sunset di bulan Agustus 2018. Ketika itu, hidup cukup tak seberat ini, ya?

Meski aku punya segudang masalah, rasanya menyenangkan kabur dari orang tua, pergi jauh ke tempat baru, dan kebut-kebutan.

Kala itu kita mengejar sunset di pantai apa, ya? Bandengan? Pantai Kartini? Bagiku tak begitu penting karena aku bahagia saat bersama kalian.

Perjalanan yang menyenangkan karena kita baru menapaki jalanan Jepara dengan sekeliling yang asing. Perjalanan yang jauh. Yang ku ingat kita hanya melewati jalan lurus, belokan, jembatan yang berulang.

Sudah hampir 4 tahun yang lalu ya. Tidurku memang jarang lelap, sebelum ataupun kepergian sahabat kita. Ketahuilah, 4 tahun ini diriku makin hampa. 

Aku kerap bertanya-tanya, lelapkah tidurmu kini ketika dunia berputar begitu cepat padamu? Tidakkah kesedihan menghampirimu di malam ketika kamu sendirian? Tidakkah kamu rindu pada semua kegilaan yang kita lalui bersama?

Aku rindu. Jujur.

Namun, sepertinya garis singgung kita sudah bertolak jauh. Melihat kehidupanmu dari kejauhan memang menyakitkan, yang mana dulu aku dan yang lainnya ada di dalamnya.

Semoga kamu bahagia meski langkah kita tak lagi seirama. 

Komentar

Postingan Populer